Categories

Apa perbedaan antara protokol kyoto dan paris dalam isu perubahan iklim?

Apa perbedaan antara protokol kyoto dan paris dalam isu perubahan iklim?

Pada artikel ini, kita akan mempelajari perbedaan antara Protokol Kyoto dan Kesepakatan Paris dalam menghadapi isu perubahan iklim. Meskipun keduanya bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, perbedaan signifikan terletak pada tanggung jawab negara-negara berkembang, mekanisme pemantauan, dan target pengurangan emisi yang ditetapkan. Mari kita lebih jauh mengeksplorasi perbedaan-perbedaan ini.

Penjelasan dan Jawaban

Dua perjanjian utama dalam isu perubahan iklim adalah Protokol Kyoto dan Perjanjian Paris. Berikut adalah perbedaan utama antara keduanya:

1. Tujuan

Protokol Kyoto (1997) bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan untuk negara-negara maju. Sementara itu, Perjanjian Paris (2015) bertujuan untuk mencapai upaya global dalam membatasi kenaikan suhu rata-rata global di bawah 2 derajat Celsius di atas tingkat sebelum era industri, dengan usaha untuk membatasinya di bawah 1,5 derajat Celsius.

2. Partisipasi

Protokol Kyoto hanya mengharuskan partisipasi dari negara-negara maju dan ekonomi transisi. Sementara itu, Perjanjian Paris mengharuskan partisipasi dari semua negara, baik negara maju maupun berkembang, dengan kerangka kerja yang fleksibel untuk mengakomodasi berbagai kondisi dan kapabilitas.

3. Kewajiban Hukum

Protokol Kyoto memiliki kewajiban hukum yang mengikat untuk negara-negara yang telah meratifikasinya. Namun, Perjanjian Paris memiliki kewajiban hukum secara sukarela, dengan negara-negara yang menentukan sendiri target dan upaya mereka untuk mengurangi emisi.

4. Pendekatan terhadap Peningkatan

Protokol Kyoto mengadopsi pendekatan seragam di mana negara-negara memiliki kewajiban emisi absolut yang ditetapkan pada periode tertentu. Sementara itu, Perjanjian Paris mengadopsi pendekatan yang lebih “bawah ke atas” di mana negara-negara menentukan target mereka sendiri berdasarkan kontribusi nasional yang ditentukan secara sukarela, dikenal sebagai Kontribusi Nasional Ditentukan Secara Nasional (Nationally Determined Contributions/NDCs).

Kesimpulan

Dalam perbandingan antara Protokol Kyoto dan Perjanjian Paris dalam isu perubahan iklim, dapat disimpulkan bahwa Perjanjian Paris berbeda dari Protokol Kyoto dalam beberapa aspek utama. Perjanjian Paris lebih inklusif, melibatkan semua negara dalam upaya untuk mengurangi emisi, dengan pendekatan yang lebih fleksibel melalui NDCs. Dalam Perjanjian Paris, tujuan yang lebih agresif ditetapkan untuk membatasi kenaikan suhu global, yaitu di bawah 2 derajat Celsius, dengan upaya untuk mencapai 1,5 derajat Celsius.

Sebaliknya, Protokol Kyoto hanya mengikutsertakan negara-negara maju dan ekonomi transisi, dengan kewajiban hukum yang mengikat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.