Paralelisme dalam pembangunan kalimat adalah penggunaan gaya bahasa yang menggabungkan struktur dan tata bahasa yang serupa serta seimbang. Salah satu contohnya adalah “Tidak hanya cantik, tetapi juga cerdas.” Dalam kalimat ini, dua kata sifat, “cantik” dan “cerdas,” digunakan secara paralel untuk menghasilkan efek estetika dan keseimbangan dalam kalimat.
Penjelasan dan Jawaban
Paralelisme dalam pembangunan kalimat adalah penggunaan pola kalimat yang serupa dalam satu atau beberapa kalimat untuk menciptakan efek sejajar atau seimbang. Contoh-contoh paralelisme dalam pembangunan kalimat antara lain:
- Paralelisme dalam struktur kalimat:
- Ketua OSIS tidak hanya berkewajiban mengoordinasi, tetapi juga mengawasi kegiatan siswa di sekolah.
- Membaca buku tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga melatih keterampilan berpikir kritis.
- Proyek tersebut membutuhkan persiapan matang, dana yang cukup, dan tenaga ahli yang kompeten.
- Paralelisme dalam pilihan kata:
- Mengaji dapat menenangkan jiwa, menenangkan pikiran, dan menenangkan hati.
- Sekolah harus mengajarkan pengetahuan, menanamkan nilai-nilai, dan membentuk karakter siswa.
- Pendidikan memberikan pembelajaran, memberikan kesempatan, dan memberikan harapan.
- Paralelisme dalam pengulangan kata:
- Belajar, belajar, dan belajar adalah kunci kesuksesan dalam ujian.
- Ibu bekerja keras, ibu peduli, dan ibu selalu ada untuk keluarga.
- Pergi, pergi, dan pergi adalah pilihan yang harus kita ambil dalam hidup.
Kesimpulan
Paralelisme dalam pembangunan kalimat adalah teknik linguistik yang digunakan untuk menciptakan efek sejajar atau seimbang dalam kalimat-kalimat. Paralelisme dapat digunakan dalam struktur kalimat, penggunaan kata, atau pengulangan kata. Contoh-contoh paralelisme dalam pembangunan kalimat di atas menunjukkan bahwa penggunaan paralelisme dapat memberikan kejelasan, kekuatan, dan daya tarik dalam tulisan.









Leave a Reply