{"id":96216,"date":"2024-06-25T07:51:17","date_gmt":"2024-06-25T07:51:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?p=96216"},"modified":"2024-06-25T07:51:17","modified_gmt":"2024-06-25T07:51:17","slug":"apa-yang-dimaksud-dengan-hukum-ohm-dalam-perhitungan-listrik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-hukum-ohm-dalam-perhitungan-listrik\/","title":{"rendered":"Apa yang dimaksud dengan hukum Ohm dalam perhitungan listrik?"},"content":{"rendered":"<p>Hukum Ohm merupakan prinsip dasar dalam perhitungan listrik yang menjelaskan hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan dalam suatu rangkaian. Hukum ini ditemukan oleh seorang ahli fisika bernama Georg Simon Ohm pada tahun 1827. Dengan menggunakan rumus Ohm, kita dapat menghitung tegangan atau arus listrik ketika diberikan nilai hambatan yang diketahui. <\/p>\n<h2>Penjelasan dan Jawaban<\/h2>\n<p>Hukum Ohm adalah salah satu prinsip dasar dalam perhitungan listrik yang menghubungkan arus listrik, tegangan, dan resistansi. Hukum Ohm menyatakan bahwa arus listrik yang mengalir melalui suatu rangkaian listrik sebanding secara langsung dengan tegangan yang diberikan dan sebanding secara terbalik dengan resistansi rangkaian tersebut. Hukum Ohm dirumuskan oleh ilmuwan Jerman, Georg Simon Ohm, pada tahun 1827.<\/p>\n<p>Rumus umum dari hukum Ohm adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p>V = I x R<\/p>\n<ul>\n<li>V adalah tegangan yang diberikan pada rangkaian dalam satuan volt (V).<\/li>\n<li>I adalah besar arus yang mengalir melalui rangkaian dalam satuan ampere (A).<\/li>\n<li>R adalah resistansi rangkaian dalam satuan ohm (\u03a9).<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dari rumus di atas, dapat diketahui bahwa jika tegangan yang diberikan pada suatu rangkaian meningkat, maka besar arus yang mengalir melalui rangkaian juga akan meningkat, asalkan resistansi tetap. Begitu pula sebaliknya, jika resistansi meningkat, arus yang mengalir akan menurun jika tegangan tetap.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Hukum Ohm merupakan prinsip dasar dalam perhitungan listrik yang menggambarkan hubungan antara arus listrik, tegangan, dan resistansi. Dalam hukum Ohm, arus listrik sebanding secara langsung dengan tegangan yang diberikan dan sebanding secara terbalik dengan resistansi rangkaian. Hukum Ohm dapat dirumuskan menggunakan persamaan V = I x R, di mana V adalah tegangan, I adalah arus, dan R adalah resistansi.<\/p>\n<p>Dengan pemahaman mengenai hukum Ohm, kita dapat menggunakan rumus tersebut untuk menghitung dan menganalisis rangkaian listrik serta memprediksi perubahan arus, tegangan, atau resistansi ketika salah satu besaran tersebut berubah. Hukum Ohm merupakan dasar dalam pemahaman mengenai listrik dan elektronika, yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hukum Ohm merupakan prinsip dasar dalam perhitungan listrik yang menjelaskan hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan dalam suatu rangkaian. Hukum ini ditemukan oleh seorang ahli fisika bernama Georg Simon Ohm pada tahun 1827. Dengan menggunakan rumus Ohm, kita dapat menghitung tegangan atau arus listrik ketika diberikan nilai hambatan yang diketahui. Penjelasan dan Jawaban Hukum Ohm [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":96214,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1040,1987,1976,1988],"tags":[],"class_list":{"0":"post-96216","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-ipa","8":"category-ipa-smp","9":"category-sekolah","10":"category-smp"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa yang dimaksud dengan hukum Ohm dalam perhitungan listrik? - OmahBSE<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-hukum-ohm-dalam-perhitungan-listrik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa yang dimaksud dengan hukum Ohm dalam perhitungan listrik? - OmahBSE\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hukum Ohm merupakan prinsip dasar dalam perhitungan listrik yang menjelaskan hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan dalam suatu rangkaian. Hukum ini ditemukan oleh seorang ahli fisika bernama Georg Simon Ohm pada tahun 1827. Dengan menggunakan rumus Ohm, kita dapat menghitung tegangan atau arus listrik ketika diberikan nilai hambatan yang diketahui. Penjelasan dan Jawaban Hukum Ohm [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-hukum-ohm-dalam-perhitungan-listrik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"OmahBSE\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-25T07:51:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Apa-yang-dimaksud-dengan-hukum-Ohm-dalam-perhitungan-listrik.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"780\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-hukum-ohm-dalam-perhitungan-listrik\/\",\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-hukum-ohm-dalam-perhitungan-listrik\/\",\"name\":\"Apa yang dimaksud dengan hukum Ohm dalam perhitungan listrik? - OmahBSE\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-06-25T07:51:17+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-25T07:51:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-hukum-ohm-dalam-perhitungan-listrik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-hukum-ohm-dalam-perhitungan-listrik\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-hukum-ohm-dalam-perhitungan-listrik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa yang dimaksud dengan hukum Ohm dalam perhitungan listrik?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/\",\"name\":\"OmahBSE\",\"description\":\"Blog Pendidikan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa yang dimaksud dengan hukum Ohm dalam perhitungan listrik? - OmahBSE","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-hukum-ohm-dalam-perhitungan-listrik\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa yang dimaksud dengan hukum Ohm dalam perhitungan listrik? - OmahBSE","og_description":"Hukum Ohm merupakan prinsip dasar dalam perhitungan listrik yang menjelaskan hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan dalam suatu rangkaian. Hukum ini ditemukan oleh seorang ahli fisika bernama Georg Simon Ohm pada tahun 1827. Dengan menggunakan rumus Ohm, kita dapat menghitung tegangan atau arus listrik ketika diberikan nilai hambatan yang diketahui. Penjelasan dan Jawaban Hukum Ohm [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-hukum-ohm-dalam-perhitungan-listrik\/","og_site_name":"OmahBSE","article_published_time":"2024-06-25T07:51:17+00:00","og_image":[{"width":780,"height":500,"url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Apa-yang-dimaksud-dengan-hukum-Ohm-dalam-perhitungan-listrik.webp","type":"image\/webp"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-hukum-ohm-dalam-perhitungan-listrik\/","url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-hukum-ohm-dalam-perhitungan-listrik\/","name":"Apa yang dimaksud dengan hukum Ohm dalam perhitungan listrik? - OmahBSE","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-06-25T07:51:17+00:00","dateModified":"2024-06-25T07:51:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-hukum-ohm-dalam-perhitungan-listrik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-hukum-ohm-dalam-perhitungan-listrik\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-hukum-ohm-dalam-perhitungan-listrik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa yang dimaksud dengan hukum Ohm dalam perhitungan listrik?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/","name":"OmahBSE","description":"Blog Pendidikan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/www.omahbse.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96216","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=96216"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96216\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":152495,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96216\/revisions\/152495"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/96214"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=96216"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=96216"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=96216"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}