{"id":71439,"date":"2025-10-29T21:50:53","date_gmt":"2025-10-29T21:50:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?p=71439"},"modified":"2025-10-29T21:50:53","modified_gmt":"2025-10-29T21:50:53","slug":"apa-pengertian-dari-kata-afiksasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-pengertian-dari-kata-afiksasi\/","title":{"rendered":"Apa pengertian dari kata afiksasi?"},"content":{"rendered":"<p>Pengertian dari kata afiksasi adalah proses dalam bahasa di mana afiks (imbuhan) ditambahkan ke kata dasar untuk membentuk kata baru dengan makna, bentuk, atau fungsi baru. Afiksasi umumnya terdiri dari prefiks (imbuhan di depan kata), sufiks (imbuhan di belakang kata), atau infiks (imbuhan di dalam kata).<\/p>\n<h2>Penjelasan dan Jawaban<\/h2>\n<p>Afiksasi adalah proses penambahan afiks (awalan, akhiran, atau sisipan) pada sebuah kata dasar untuk membentuk kata baru dengan makna atau fungsi yang baru pula. Afiks sendiri adalah unit bunyi yang dapat ditambahkan ke dalam suatu kata untuk memberikan pemahaman yang lebih spesifik pada kata tersebut.<\/p>\n<p>Contohnya, kata &#8220;makan&#8221; adalah kata dasar. Jika ditambahkan awalan &#8220;me-&#8221; maka menjadi &#8220;memakan&#8221;. Dalam hal ini, afiks &#8220;me-&#8221; memberikan makna adanya proses pelaku dalam kata tersebut. Jika ditambahkan akhiran &#8220;-kan&#8221; menjadi &#8220;makanan&#8221;, dalam hal ini afiks &#8220;-kan&#8221; memberikan makna sesuatu yang berhubungan dengan kata &#8220;makan&#8221;.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Afiksasi dalam bahasa Indonesia merupakan proses penambahan afiks (awalan, akhiran, atau sisipan) pada kata dasar untuk membentuk kata baru dengan makna atau fungsi yang baru pula. Afiks digunakan untuk memberikan pemahaman yang lebih spesifik pada kata tersebut. Contoh penerapan afiksasi adalah dengan menambahkan awalan &#8220;me-&#8221; atau akhiran &#8220;-kan&#8221; pada kata dasar.<\/p>\n<p>Dengan menggunakan afiksasi, kita dapat memperluas kosakata dan mengubah makna suatu kata dasar. Ini menjadi penting dalam kegiatan tulis-menulis dan pemahaman bahasa Indonesia sehari-hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian dari kata afiksasi adalah proses dalam bahasa di mana afiks (imbuhan) ditambahkan ke kata dasar untuk membentuk kata baru dengan makna, bentuk, atau fungsi baru. Afiksasi umumnya terdiri dari prefiks (imbuhan di depan kata), sufiks (imbuhan di belakang kata), atau infiks (imbuhan di dalam kata). Penjelasan dan Jawaban Afiksasi adalah proses penambahan afiks (awalan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":71438,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[927,1994,1976,1988],"tags":[],"class_list":{"0":"post-71439","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-bahasa-indonesia","8":"category-bahasa-indonesia-smp","9":"category-sekolah","10":"category-smp"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa pengertian dari kata afiksasi? - OmahBSE<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-pengertian-dari-kata-afiksasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa pengertian dari kata afiksasi? - OmahBSE\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengertian dari kata afiksasi adalah proses dalam bahasa di mana afiks (imbuhan) ditambahkan ke kata dasar untuk membentuk kata baru dengan makna, bentuk, atau fungsi baru. Afiksasi umumnya terdiri dari prefiks (imbuhan di depan kata), sufiks (imbuhan di belakang kata), atau infiks (imbuhan di dalam kata). Penjelasan dan Jawaban Afiksasi adalah proses penambahan afiks (awalan, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-pengertian-dari-kata-afiksasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"OmahBSE\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-29T21:50:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Apa-pengertian-dari-kata-afiksasi.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"780\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-pengertian-dari-kata-afiksasi\/\",\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-pengertian-dari-kata-afiksasi\/\",\"name\":\"Apa pengertian dari kata afiksasi? - OmahBSE\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-10-29T21:50:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-29T21:50:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-pengertian-dari-kata-afiksasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-pengertian-dari-kata-afiksasi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-pengertian-dari-kata-afiksasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa pengertian dari kata afiksasi?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/\",\"name\":\"OmahBSE\",\"description\":\"Blog Pendidikan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa pengertian dari kata afiksasi? - OmahBSE","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-pengertian-dari-kata-afiksasi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa pengertian dari kata afiksasi? - OmahBSE","og_description":"Pengertian dari kata afiksasi adalah proses dalam bahasa di mana afiks (imbuhan) ditambahkan ke kata dasar untuk membentuk kata baru dengan makna, bentuk, atau fungsi baru. Afiksasi umumnya terdiri dari prefiks (imbuhan di depan kata), sufiks (imbuhan di belakang kata), atau infiks (imbuhan di dalam kata). Penjelasan dan Jawaban Afiksasi adalah proses penambahan afiks (awalan, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-pengertian-dari-kata-afiksasi\/","og_site_name":"OmahBSE","article_published_time":"2025-10-29T21:50:53+00:00","og_image":[{"width":780,"height":500,"url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Apa-pengertian-dari-kata-afiksasi.webp","type":"image\/webp"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-pengertian-dari-kata-afiksasi\/","url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-pengertian-dari-kata-afiksasi\/","name":"Apa pengertian dari kata afiksasi? - OmahBSE","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-10-29T21:50:53+00:00","dateModified":"2025-10-29T21:50:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-pengertian-dari-kata-afiksasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-pengertian-dari-kata-afiksasi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-pengertian-dari-kata-afiksasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa pengertian dari kata afiksasi?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/","name":"OmahBSE","description":"Blog Pendidikan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/www.omahbse.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71439","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=71439"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71439\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":164505,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71439\/revisions\/164505"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/71438"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=71439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=71439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=71439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}