{"id":67346,"date":"2026-01-17T23:50:53","date_gmt":"2026-01-17T23:50:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?p=67346"},"modified":"2026-01-17T23:50:53","modified_gmt":"2026-01-17T23:50:53","slug":"bagaimana-cara-menghitung-deviation-rata-rata-dalam-statistika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-deviation-rata-rata-dalam-statistika\/","title":{"rendered":"Bagaimana cara menghitung deviation rata-rata dalam statistika?"},"content":{"rendered":"<p>Cara menghitung deviation rata-rata dalam statistika merupakan langkah penting untuk menganalisis data. Deviation rata-rata adalah ukuran seberapa jauh nilai data berbeda dari rata-rata. Dalam artikel ini, kita akan membahas metode yang digunakan untuk menghitung deviation rata-rata secara efektif.<\/p>\n<h2>Penjelasan dan Jawaban<\/h2>\n<p>Deviasi rata-rata dalam statistika digunakan untuk mengukur sejauh mana data tersebar atau berbeda dari nilai rata-rata. Deviasi rata-rata dapat dihitung dengan langkah-langkah berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Hitung rata-rata dari data yang ada. Rata-rata dapat dihitung dengan menjumlahkan semua data dan membaginya dengan jumlah data yang ada.<\/li>\n<li>Tentukan selisih antara setiap data dengan nilai rata-rata. Misalnya, jika nilai rata-rata adalah 10 dan data terdiri dari 8, 12, dan 10, maka selisihnya adalah -2, 2, dan 0.<\/li>\n<li>Ambil nilai absolut dari selisih tersebut. Nilai absolut didapatkan dengan menghilangkan tanda negatif (-) jika ada. Misalnya, -2 akan menjadi 2.<\/li>\n<li>Jumlahkan semua nilai absolut dari selisih tersebut.<\/li>\n<li>Bagi hasil penjumlahan dengan jumlah data yang ada.<\/li>\n<li>Hasil pembagian tersebut merupakan deviasi rata-rata dari data tersebut.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dalam hal ini, contoh perhitungan deviasi rata-rata dapat dilakukan dengan data 8, 12, dan 10 sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Rata-rata = (8+12+10)\/3 = 10<\/li>\n<li>Selisih = -2, 2, 0<\/li>\n<li>Nilai absolut = 2, 2, 0<\/li>\n<li>Penjumlahan nilai absolut = 4<\/li>\n<li>Deviasi rata-rata = 4\/3 = 1.33<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Dengan demikian, deviasi rata-rata dalam statistika adalah pengukuran yang digunakan untuk mengetahui seberapa jauh data tersebar atau berbeda dari nilai rata-rata. Deviasi rata-rata dapat dihitung dengan menjumlahkan nilai absolut dari selisih antara setiap data dengan nilai rata-rata, kemudian dibagi dengan jumlah data yang ada. Semakin besar deviasi rata-rata, semakin besar pula variasi atau penyebaran data.<\/p>\n<p>Dalam perhitungan yang telah dijelaskan, menggunakan contoh data 8, 12, dan 10, deviasi rata-rata yang didapatkan adalah 1.33. Hal ini menunjukkan bahwa data tersebut memiliki variasi yang tidak terlalu besar dari nilai rata-ratanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara menghitung deviation rata-rata dalam statistika merupakan langkah penting untuk menganalisis data. Deviation rata-rata adalah ukuran seberapa jauh nilai data berbeda dari rata-rata. Dalam artikel ini, kita akan membahas metode yang digunakan untuk menghitung deviation rata-rata secara efektif. Penjelasan dan Jawaban Deviasi rata-rata dalam statistika digunakan untuk mengukur sejauh mana data tersebar atau berbeda dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":67345,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[302,1992,1976,1988],"tags":[],"class_list":{"0":"post-67346","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-matematika","8":"category-matematika-smp","9":"category-sekolah","10":"category-smp"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana cara menghitung deviation rata-rata dalam statistika? - OmahBSE<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-deviation-rata-rata-dalam-statistika\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana cara menghitung deviation rata-rata dalam statistika? - OmahBSE\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cara menghitung deviation rata-rata dalam statistika merupakan langkah penting untuk menganalisis data. Deviation rata-rata adalah ukuran seberapa jauh nilai data berbeda dari rata-rata. Dalam artikel ini, kita akan membahas metode yang digunakan untuk menghitung deviation rata-rata secara efektif. Penjelasan dan Jawaban Deviasi rata-rata dalam statistika digunakan untuk mengukur sejauh mana data tersebar atau berbeda dari [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-deviation-rata-rata-dalam-statistika\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"OmahBSE\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-17T23:50:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Bagaimana-cara-menghitung-deviation-ratarata-dalam-statistika.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"780\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-deviation-rata-rata-dalam-statistika\/\",\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-deviation-rata-rata-dalam-statistika\/\",\"name\":\"Bagaimana cara menghitung deviation rata-rata dalam statistika? - OmahBSE\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-01-17T23:50:53+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-17T23:50:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-deviation-rata-rata-dalam-statistika\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-deviation-rata-rata-dalam-statistika\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-deviation-rata-rata-dalam-statistika\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana cara menghitung deviation rata-rata dalam statistika?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/\",\"name\":\"OmahBSE\",\"description\":\"Blog Pendidikan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana cara menghitung deviation rata-rata dalam statistika? - OmahBSE","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-deviation-rata-rata-dalam-statistika\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bagaimana cara menghitung deviation rata-rata dalam statistika? - OmahBSE","og_description":"Cara menghitung deviation rata-rata dalam statistika merupakan langkah penting untuk menganalisis data. Deviation rata-rata adalah ukuran seberapa jauh nilai data berbeda dari rata-rata. Dalam artikel ini, kita akan membahas metode yang digunakan untuk menghitung deviation rata-rata secara efektif. Penjelasan dan Jawaban Deviasi rata-rata dalam statistika digunakan untuk mengukur sejauh mana data tersebar atau berbeda dari [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-deviation-rata-rata-dalam-statistika\/","og_site_name":"OmahBSE","article_published_time":"2026-01-17T23:50:53+00:00","og_image":[{"width":780,"height":500,"url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Bagaimana-cara-menghitung-deviation-ratarata-dalam-statistika.webp","type":"image\/webp"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-deviation-rata-rata-dalam-statistika\/","url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-deviation-rata-rata-dalam-statistika\/","name":"Bagaimana cara menghitung deviation rata-rata dalam statistika? - OmahBSE","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2026-01-17T23:50:53+00:00","dateModified":"2026-01-17T23:50:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-deviation-rata-rata-dalam-statistika\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-deviation-rata-rata-dalam-statistika\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-deviation-rata-rata-dalam-statistika\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana cara menghitung deviation rata-rata dalam statistika?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/","name":"OmahBSE","description":"Blog Pendidikan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/www.omahbse.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67346","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67346"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67346\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":166478,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67346\/revisions\/166478"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67345"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67346"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67346"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67346"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}