{"id":64618,"date":"2026-03-13T09:50:53","date_gmt":"2026-03-13T09:50:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?p=64618"},"modified":"2026-03-13T09:50:53","modified_gmt":"2026-03-13T09:50:53","slug":"bagaimana-cara-kerja-radioaktif-dalam-pengobatan-dan-energi-nuklir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-kerja-radioaktif-dalam-pengobatan-dan-energi-nuklir\/","title":{"rendered":"Bagaimana cara kerja radioaktif dalam pengobatan dan energi nuklir?"},"content":{"rendered":"<p>Radioaktifitas adalah sifat alami dari suatu elemen untuk memancarkan partikel-partikel yang energinya dapat dimanfaatkan baik dalam pengobatan maupun energi nuklir. Dalam pengobatan, sinar radioaktif digunakan untuk menghancurkan tumor atau mengawasi pergerakan molekul dalam tubuh manusia. Sementara itu, dalam energi nuklir, reaksi fisika dalam nukleus atom menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk menciptakan listrik dan sumber energi lainnya.<\/p>\n<h2>Penjelasan dan Jawaban<\/h2>\n<p>Radioaktifitas dapat digunakan dalam pengobatan dan energi nuklir berdasarkan pada sifat radioaktif dari elemen-elemen tertentu. Dalam pengobatan, radioaktifitas digunakan dalam teknik yang disebut terapi radiasi, di mana sumber radiasi digunakan untuk merusak sel kanker. Sumber radiasi yang umum digunakan adalah isotop radioaktif seperti kobalt-60 atau iridium-192. Radiasi yang dihasilkan oleh isotop-isotop ini digunakan untuk menghancurkan sel kanker dengan mempengaruhi DNA di dalam sel-sel tersebut. Teknik ini sering digunakan dalam pengobatan kanker.<\/p>\n<p>Di bidang energi nuklir, radioaktifitas digunakan dalam pembangkit listrik tenaga nuklir. Proses ini melibatkan pemecahan inti atom (fisi nuklir) dari isotop radioaktif seperti uranium-235 atau plutonium-239. Ketika inti atom ini dipecah, energi yang besar akan dilepaskan dalam bentuk panas. Panas ini kemudian digunakan untuk menghasilkan uap yang akan memutar turbin dan menghasilkan listrik.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Dalam pengobatan, radioaktifitas digunakan dalam terapi radiasi untuk merusak sel kanker. Sumber radiasi seperti kobalt-60 atau iridium-192 digunakan untuk menghancurkan sel kanker melalui kerusakan DNA. Di bidang energi nuklir, radioaktifitas digunakan dalam pembangkit listrik tenaga nuklir dengan memecah inti atom isotop radioaktif seperti uranium-235 atau plutonium-239.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Radioaktifitas adalah sifat alami dari suatu elemen untuk memancarkan partikel-partikel yang energinya dapat dimanfaatkan baik dalam pengobatan maupun energi nuklir. Dalam pengobatan, sinar radioaktif digunakan untuk menghancurkan tumor atau mengawasi pergerakan molekul dalam tubuh manusia. Sementara itu, dalam energi nuklir, reaksi fisika dalam nukleus atom menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk menciptakan listrik dan sumber [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":64617,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1040,1987,1976,1988],"tags":[],"class_list":["post-64618","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-ipa","category-ipa-smp","category-sekolah","category-smp"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana cara kerja radioaktif dalam pengobatan dan energi nuklir? - OmahBSE<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-kerja-radioaktif-dalam-pengobatan-dan-energi-nuklir\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana cara kerja radioaktif dalam pengobatan dan energi nuklir? - OmahBSE\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Radioaktifitas adalah sifat alami dari suatu elemen untuk memancarkan partikel-partikel yang energinya dapat dimanfaatkan baik dalam pengobatan maupun energi nuklir. Dalam pengobatan, sinar radioaktif digunakan untuk menghancurkan tumor atau mengawasi pergerakan molekul dalam tubuh manusia. Sementara itu, dalam energi nuklir, reaksi fisika dalam nukleus atom menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk menciptakan listrik dan sumber [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-kerja-radioaktif-dalam-pengobatan-dan-energi-nuklir\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"OmahBSE\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-13T09:50:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Bagaimana-cara-kerja-radioaktif-dalam-pengobatan-dan-energi-nuklir.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"780\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-kerja-radioaktif-dalam-pengobatan-dan-energi-nuklir\/\",\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-kerja-radioaktif-dalam-pengobatan-dan-energi-nuklir\/\",\"name\":\"Bagaimana cara kerja radioaktif dalam pengobatan dan energi nuklir? - OmahBSE\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-03-13T09:50:53+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-13T09:50:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-kerja-radioaktif-dalam-pengobatan-dan-energi-nuklir\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-kerja-radioaktif-dalam-pengobatan-dan-energi-nuklir\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-kerja-radioaktif-dalam-pengobatan-dan-energi-nuklir\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana cara kerja radioaktif dalam pengobatan dan energi nuklir?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/\",\"name\":\"OmahBSE\",\"description\":\"Blog Pendidikan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana cara kerja radioaktif dalam pengobatan dan energi nuklir? - OmahBSE","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-kerja-radioaktif-dalam-pengobatan-dan-energi-nuklir\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bagaimana cara kerja radioaktif dalam pengobatan dan energi nuklir? - OmahBSE","og_description":"Radioaktifitas adalah sifat alami dari suatu elemen untuk memancarkan partikel-partikel yang energinya dapat dimanfaatkan baik dalam pengobatan maupun energi nuklir. Dalam pengobatan, sinar radioaktif digunakan untuk menghancurkan tumor atau mengawasi pergerakan molekul dalam tubuh manusia. Sementara itu, dalam energi nuklir, reaksi fisika dalam nukleus atom menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk menciptakan listrik dan sumber [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-kerja-radioaktif-dalam-pengobatan-dan-energi-nuklir\/","og_site_name":"OmahBSE","article_published_time":"2026-03-13T09:50:53+00:00","og_image":[{"width":780,"height":500,"url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Bagaimana-cara-kerja-radioaktif-dalam-pengobatan-dan-energi-nuklir.webp","type":"image\/webp"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-kerja-radioaktif-dalam-pengobatan-dan-energi-nuklir\/","url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-kerja-radioaktif-dalam-pengobatan-dan-energi-nuklir\/","name":"Bagaimana cara kerja radioaktif dalam pengobatan dan energi nuklir? - OmahBSE","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2026-03-13T09:50:53+00:00","dateModified":"2026-03-13T09:50:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-kerja-radioaktif-dalam-pengobatan-dan-energi-nuklir\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-kerja-radioaktif-dalam-pengobatan-dan-energi-nuklir\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-kerja-radioaktif-dalam-pengobatan-dan-energi-nuklir\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana cara kerja radioaktif dalam pengobatan dan energi nuklir?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/","name":"OmahBSE","description":"Blog Pendidikan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/www.omahbse.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64618","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=64618"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64618\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":167791,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64618\/revisions\/167791"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64617"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=64618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=64618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=64618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}