{"id":58841,"date":"2026-07-04T14:50:55","date_gmt":"2026-07-04T14:50:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?p=58841"},"modified":"2026-07-04T14:50:55","modified_gmt":"2026-07-04T14:50:55","slug":"apa-perbedaan-kata-kerja-beraturan-tidak-beraturan-dan-kausatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-kata-kerja-beraturan-tidak-beraturan-dan-kausatif\/","title":{"rendered":"Apa perbedaan kata kerja beraturan, tidak beraturan, dan kausatif?"},"content":{"rendered":"<p>Apa perbedaan di antara kata kerja beraturan, tidak beraturan, dan kausatif? Jamaknya, kata kerja beraturan mengikuti pola tertentu dalam konjugasinya, sedangkan kata kerja tidak beraturan tidak memiliki pola konjugasi yang tetap. Sedangkan kata kerja kausatif menyiratkan bahwa seseorang menyebabkan atau mempengaruhi orang lain untuk melakukan suatu tindakan.<\/p>\n<h2>Penjelasan dan Jawaban<\/h2>\n<p>Kata kerja adalah jenis kata yang mengungkapkan tindakan, perbuatan, atau keadaan. Dalam bahasa Indonesia, terdapat tiga jenis kata kerja yaitu beraturan, tidak beraturan, dan kausatif.<\/p>\n<h3>Kata Kerja Beraturan<\/h3>\n<p>Kata kerja beraturan adalah kata kerja yang mematuhi kaidah konjugasi yang berlaku. Artinya, kata kerja beraturan akan mengalami perubahan bentuk tergantung pada subjek, waktu, dan modus kalimat dalam bahasa Indonesia.<\/p>\n<p>Contoh kata kerja beraturan:<\/p>\n<ul>\n<li>Menulis &#8211; Menulis, Menulis, Menulis (saya, kamu, dia)<\/li>\n<li>Melihat &#8211; Melihat, Melihat, Melihat (saya, kamu, dia)<\/li>\n<li>Membaca &#8211; Membaca, Membaca, Membaca (saya, kamu, dia)<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Kata Kerja Tidak Beraturan<\/h3>\n<p>Kata kerja tidak beraturan adalah kata kerja yang tidak mengalami perubahan bentuk tergantung pada subjek, waktu, atau modus kalimat. Artinya, bentuk dasar kata kerja tidak berubah, terlepas dari konteks kalimatnya.<\/p>\n<p>Contoh kata kerja tidak beraturan:<\/p>\n<ul>\n<li>Makan &#8211; Makan, Makan, Makan (saya, kamu, dia)<\/li>\n<li>Tidur &#8211; Tidur, Tidur, Tidur (saya, kamu, dia)<\/li>\n<li>Pergi &#8211; Pergi, Pergi, Pergi (saya, kamu, dia)<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Kata Kerja Kausatif<\/h3>\n<p>Kata kerja kausatif adalah kata kerja yang mengindikasikan adanya pengaruh yang membuat seseorang atau sesuatu melakukan suatu tindakan. Kata kerja kausatif dapat mengungkapkan bahwa tindakan dilakukan oleh subjek, yang kemudian mengakibatkan subjek lain melakukan tindakan tersebut.<\/p>\n<p>Contoh kata kerja kausatif:<\/p>\n<ul>\n<li>Membuat &#8211; Saya membuat dia makan.<\/li>\n<li>Meminta &#8211; Saya meminta dia membaca buku.<\/li>\n<li>Mengajak &#8211; Saya mengajak dia pergi ke taman.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Jadi, perbedaan antara kata kerja beraturan, tidak beraturan, dan kausatif dapat disimpulkan sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Kata kerja beraturan mengalami perubahan bentuk, sedangkan kata kerja tidak beraturan tidak mengalami perubahan bentuk.<\/li>\n<li>Kata kerja kausatif mengindikasikan adanya pengaruh yang membuat subjek lain melakukan tindakan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Memahami perbedaan ini akan membantu pembelajaran bahasa Indonesia lebih lanjut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa perbedaan di antara kata kerja beraturan, tidak beraturan, dan kausatif? Jamaknya, kata kerja beraturan mengikuti pola tertentu dalam konjugasinya, sedangkan kata kerja tidak beraturan tidak memiliki pola konjugasi yang tetap. Sedangkan kata kerja kausatif menyiratkan bahwa seseorang menyebabkan atau mempengaruhi orang lain untuk melakukan suatu tindakan. Penjelasan dan Jawaban Kata kerja adalah jenis kata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":58840,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[927,1994,1976,1988],"tags":[],"class_list":["post-58841","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-smp","category-sekolah","category-smp"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa perbedaan kata kerja beraturan, tidak beraturan, dan kausatif? - OmahBSE<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-kata-kerja-beraturan-tidak-beraturan-dan-kausatif\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa perbedaan kata kerja beraturan, tidak beraturan, dan kausatif? - OmahBSE\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa perbedaan di antara kata kerja beraturan, tidak beraturan, dan kausatif? Jamaknya, kata kerja beraturan mengikuti pola tertentu dalam konjugasinya, sedangkan kata kerja tidak beraturan tidak memiliki pola konjugasi yang tetap. Sedangkan kata kerja kausatif menyiratkan bahwa seseorang menyebabkan atau mempengaruhi orang lain untuk melakukan suatu tindakan. Penjelasan dan Jawaban Kata kerja adalah jenis kata [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-kata-kerja-beraturan-tidak-beraturan-dan-kausatif\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"OmahBSE\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-04T14:50:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Apa-perbedaan-kata-kerja-beraturan-tidak-beraturan-dan-kausatif.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"780\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-kata-kerja-beraturan-tidak-beraturan-dan-kausatif\/\",\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-kata-kerja-beraturan-tidak-beraturan-dan-kausatif\/\",\"name\":\"Apa perbedaan kata kerja beraturan, tidak beraturan, dan kausatif? - OmahBSE\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-04T14:50:55+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-04T14:50:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-kata-kerja-beraturan-tidak-beraturan-dan-kausatif\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-kata-kerja-beraturan-tidak-beraturan-dan-kausatif\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-kata-kerja-beraturan-tidak-beraturan-dan-kausatif\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa perbedaan kata kerja beraturan, tidak beraturan, dan kausatif?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/\",\"name\":\"OmahBSE\",\"description\":\"Blog Pendidikan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa perbedaan kata kerja beraturan, tidak beraturan, dan kausatif? - OmahBSE","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-kata-kerja-beraturan-tidak-beraturan-dan-kausatif\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa perbedaan kata kerja beraturan, tidak beraturan, dan kausatif? - OmahBSE","og_description":"Apa perbedaan di antara kata kerja beraturan, tidak beraturan, dan kausatif? Jamaknya, kata kerja beraturan mengikuti pola tertentu dalam konjugasinya, sedangkan kata kerja tidak beraturan tidak memiliki pola konjugasi yang tetap. Sedangkan kata kerja kausatif menyiratkan bahwa seseorang menyebabkan atau mempengaruhi orang lain untuk melakukan suatu tindakan. Penjelasan dan Jawaban Kata kerja adalah jenis kata [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-kata-kerja-beraturan-tidak-beraturan-dan-kausatif\/","og_site_name":"OmahBSE","article_published_time":"2026-07-04T14:50:55+00:00","og_image":[{"width":780,"height":500,"url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Apa-perbedaan-kata-kerja-beraturan-tidak-beraturan-dan-kausatif.webp","type":"image\/webp"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-kata-kerja-beraturan-tidak-beraturan-dan-kausatif\/","url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-kata-kerja-beraturan-tidak-beraturan-dan-kausatif\/","name":"Apa perbedaan kata kerja beraturan, tidak beraturan, dan kausatif? - OmahBSE","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2026-07-04T14:50:55+00:00","dateModified":"2026-07-04T14:50:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-kata-kerja-beraturan-tidak-beraturan-dan-kausatif\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-kata-kerja-beraturan-tidak-beraturan-dan-kausatif\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-kata-kerja-beraturan-tidak-beraturan-dan-kausatif\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa perbedaan kata kerja beraturan, tidak beraturan, dan kausatif?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/","name":"OmahBSE","description":"Blog Pendidikan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/www.omahbse.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58841","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58841"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58841\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":170566,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58841\/revisions\/170566"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58841"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58841"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58841"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}