{"id":57013,"date":"2026-08-10T10:50:53","date_gmt":"2026-08-10T10:50:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?p=57013"},"modified":"2026-08-10T10:50:53","modified_gmt":"2026-08-10T10:50:53","slug":"apa-perbedaan-antara-kata-kerja-beraturan-dan-kata-kerja-tidak-beraturan-dalam-bahasa-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-antara-kata-kerja-beraturan-dan-kata-kerja-tidak-beraturan-dalam-bahasa-indonesia\/","title":{"rendered":"Apa perbedaan antara kata kerja beraturan dan kata kerja tidak beraturan dalam Bahasa Indonesia?"},"content":{"rendered":"<p>Apa perbedaan antara kata kerja beraturan dan kata kerja tidak beraturan dalam Bahasa Indonesia? Dalam bahasa ini, kata kerja beraturan memiliki aturan tetap dalam bentuk pelengkap atau bentuk terjemahan, sedangkan kata kerja tidak beraturan tidak terikat oleh aturan yang ketat. Mari kita jelajahi perbedaan mereka secara lebih mendalam.<\/p>\n<h2>Penjelasan dan Jawaban<\/h2>\n<p>Kata kerja adalah salah satu jenis kata dalam Bahasa Indonesia yang mengungkapkan tindakan, perbuatan, atau keadaan. Di dalam Bahasa Indonesia terdapat dua jenis kata kerja, yaitu kata kerja beraturan dan kata kerja tidak beraturan.<\/p>\n<h3>Kata Kerja Beraturan<\/h3>\n<p>Kata kerja beraturan adalah kata kerja yang mengikuti peraturan dalam pembentukan bentuk lampau (menggunakan awalan &#8220;me-&#8220;, &#8220;pe-&#8220;) dan bentuk penghubung (menggunakan awalan &#8220;di-&#8220;, &#8220;ter-&#8220;). Bentuk-bentuk ini dapat ditemukan di dalam kamus-kamus Bahasa Indonesia.<\/p>\n<ul>\n<li>Contoh kata kerja beraturan:<\/li>\n<ul>\n<li>Makan (me+makan, makanan)<\/li>\n<li>Pergi (per+gi, peng+gian)<\/li>\n<li>Membaca (me+baca, pembaca)<\/li>\n<\/ul>\n<\/ul>\n<h3>Kata Kerja Tidak Beraturan<\/h3>\n<p>Kata kerja tidak beraturan adalah kata kerja yang tidak mengikuti peraturan dalam pembentukan bentuk lampau dan bentuk penghubung. Bentuk-bentuk ini tidak dapat ditemukan di dalam kamus-kamus Bahasa Indonesia.<\/p>\n<ul>\n<li>Contoh kata kerja tidak beraturan:<\/li>\n<ul>\n<li>Tidur (tidur, tiduran)<\/li>\n<li>Nyanyi (nyanyi, nyanyian)<\/li>\n<li>Lari (lari, larilah)<\/li>\n<\/ul>\n<\/ul>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Perbedaan antara kata kerja beraturan dan kata kerja tidak beraturan dalam Bahasa Indonesia terletak pada pola pembentukannya. Kata kerja beraturan mengikuti peraturan dalam pembentukan bentuk lampau dan bentuk penghubung, sementara kata kerja tidak beraturan tidak mengikuti peraturan tersebut. Meskipun demikian, baik kata kerja beraturan maupun kata kerja tidak beraturan memiliki peran yang penting dalam Bahasa Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa perbedaan antara kata kerja beraturan dan kata kerja tidak beraturan dalam Bahasa Indonesia? Dalam bahasa ini, kata kerja beraturan memiliki aturan tetap dalam bentuk pelengkap atau bentuk terjemahan, sedangkan kata kerja tidak beraturan tidak terikat oleh aturan yang ketat. Mari kita jelajahi perbedaan mereka secara lebih mendalam. Penjelasan dan Jawaban Kata kerja adalah salah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":57009,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[927,1994,1976,1988],"tags":[],"class_list":["post-57013","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-smp","category-sekolah","category-smp"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa perbedaan antara kata kerja beraturan dan kata kerja tidak beraturan dalam Bahasa Indonesia? - OmahBSE<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-antara-kata-kerja-beraturan-dan-kata-kerja-tidak-beraturan-dalam-bahasa-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa perbedaan antara kata kerja beraturan dan kata kerja tidak beraturan dalam Bahasa Indonesia? - OmahBSE\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa perbedaan antara kata kerja beraturan dan kata kerja tidak beraturan dalam Bahasa Indonesia? Dalam bahasa ini, kata kerja beraturan memiliki aturan tetap dalam bentuk pelengkap atau bentuk terjemahan, sedangkan kata kerja tidak beraturan tidak terikat oleh aturan yang ketat. Mari kita jelajahi perbedaan mereka secara lebih mendalam. Penjelasan dan Jawaban Kata kerja adalah salah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-antara-kata-kerja-beraturan-dan-kata-kerja-tidak-beraturan-dalam-bahasa-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"OmahBSE\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-10T10:50:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Apa-perbedaan-antara-kata-kerja-beraturan-dan-kata-kerja-tidak-beraturan-dalam-Bahasa-Indonesia.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"780\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-antara-kata-kerja-beraturan-dan-kata-kerja-tidak-beraturan-dalam-bahasa-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-antara-kata-kerja-beraturan-dan-kata-kerja-tidak-beraturan-dalam-bahasa-indonesia\/\",\"name\":\"Apa perbedaan antara kata kerja beraturan dan kata kerja tidak beraturan dalam Bahasa Indonesia? - OmahBSE\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-08-10T10:50:53+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-10T10:50:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-antara-kata-kerja-beraturan-dan-kata-kerja-tidak-beraturan-dalam-bahasa-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-antara-kata-kerja-beraturan-dan-kata-kerja-tidak-beraturan-dalam-bahasa-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-antara-kata-kerja-beraturan-dan-kata-kerja-tidak-beraturan-dalam-bahasa-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa perbedaan antara kata kerja beraturan dan kata kerja tidak beraturan dalam Bahasa Indonesia?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/\",\"name\":\"OmahBSE\",\"description\":\"Blog Pendidikan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa perbedaan antara kata kerja beraturan dan kata kerja tidak beraturan dalam Bahasa Indonesia? - OmahBSE","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-antara-kata-kerja-beraturan-dan-kata-kerja-tidak-beraturan-dalam-bahasa-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa perbedaan antara kata kerja beraturan dan kata kerja tidak beraturan dalam Bahasa Indonesia? - OmahBSE","og_description":"Apa perbedaan antara kata kerja beraturan dan kata kerja tidak beraturan dalam Bahasa Indonesia? Dalam bahasa ini, kata kerja beraturan memiliki aturan tetap dalam bentuk pelengkap atau bentuk terjemahan, sedangkan kata kerja tidak beraturan tidak terikat oleh aturan yang ketat. Mari kita jelajahi perbedaan mereka secara lebih mendalam. Penjelasan dan Jawaban Kata kerja adalah salah [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-antara-kata-kerja-beraturan-dan-kata-kerja-tidak-beraturan-dalam-bahasa-indonesia\/","og_site_name":"OmahBSE","article_published_time":"2026-08-10T10:50:53+00:00","og_image":[{"width":780,"height":500,"url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Apa-perbedaan-antara-kata-kerja-beraturan-dan-kata-kerja-tidak-beraturan-dalam-Bahasa-Indonesia.webp","type":"image\/webp"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-antara-kata-kerja-beraturan-dan-kata-kerja-tidak-beraturan-dalam-bahasa-indonesia\/","url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-antara-kata-kerja-beraturan-dan-kata-kerja-tidak-beraturan-dalam-bahasa-indonesia\/","name":"Apa perbedaan antara kata kerja beraturan dan kata kerja tidak beraturan dalam Bahasa Indonesia? - OmahBSE","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2026-08-10T10:50:53+00:00","dateModified":"2026-08-10T10:50:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-antara-kata-kerja-beraturan-dan-kata-kerja-tidak-beraturan-dalam-bahasa-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-antara-kata-kerja-beraturan-dan-kata-kerja-tidak-beraturan-dalam-bahasa-indonesia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-perbedaan-antara-kata-kerja-beraturan-dan-kata-kerja-tidak-beraturan-dalam-bahasa-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa perbedaan antara kata kerja beraturan dan kata kerja tidak beraturan dalam Bahasa Indonesia?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/","name":"OmahBSE","description":"Blog Pendidikan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/www.omahbse.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57013","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57013"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57013\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":171455,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57013\/revisions\/171455"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57009"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57013"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57013"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57013"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}