{"id":55017,"date":"2026-09-19T01:50:53","date_gmt":"2026-09-19T01:50:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?p=55017"},"modified":"2026-09-19T01:50:53","modified_gmt":"2026-09-19T01:50:53","slug":"bagaimana-cara-menghitung-tegangan-pada-rangkaian-seri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-tegangan-pada-rangkaian-seri\/","title":{"rendered":"Bagaimana cara menghitung tegangan pada rangkaian seri?"},"content":{"rendered":"<p>Bagaimana cara menghitung tegangan pada rangkaian seri? Rangkaian seri adalah konfigurasi sirkuit di mana komponen-komponen terhubung satu sama lain secara berurutan. Untuk menghitung tegangan total pada rangkaian seri, kita dapat menambahkan tegangan pada setiap komponen. Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.<\/p>\n<h2>Penjelasan dan Jawaban<\/h2>\n<p>Untuk menghitung tegangan pada rangkaian seri, kita perlu menggunakan hukum Kirchhoff. Hukum Kirchhoff menyatakan bahwa jumlah tegangan pada rangkaian seri adalah jumlah dari tegangan pada setiap komponen dalam rangkaian tersebut.<\/p>\n<p>Langkah-langkah untuk menghitung tegangan pada rangkaian seri adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Tentukan nilai tegangan pada sumber listrik (V).<\/li>\n<li>Tentukan nilai resistansi (R) dari masing-masing komponen dalam rangkaian seri.<\/li>\n<li>Jumlahkan nilai resistansi (R) dari semua komponen untuk mendapatkan total resistansi (RT) rangkaian.<\/li>\n<li>Menggunakan rumus V = I x R, di mana V adalah tegangan, I adalah arus yang mengalir dalam rangkaian, dan R adalah total resistansi (RT) dari rangkaian, hitung nilai tegangan pada rangkaian.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sebagai contoh, jika terdapat tiga resistor dalam rangkaian seri dengan nilai resistansi masing-masing adalah R1, R2, dan R3, dan tegangan pada sumber listrik adalah V, maka nilai total resistansi (RT) akan diperoleh dengan menjumlahkan nilai resistansi R1, R2, dan R3. Setelah itu, tegangan pada rangkaian diperoleh dengan mengalikan nilai total resistansi (RT) dengan arus yang mengalir dalam rangkaian menggunakan rumus V = I x RT.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Dalam rangkaian seri, tegangan total adalah jumlah dari tegangan pada setiap komponen. Untuk menghitung tegangan pada rangkaian seri, langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah menentukan nilai resistansi dari masing-masing komponen dan kemudian menjumlahkannya untuk mendapatkan total resistansi rangkaian. Setelah itu, tegangan pada rangkaian dapat dihitung menggunakan rumus V = I x RT.<\/p>\n<p>Dengan mengetahui cara menghitung tegangan pada rangkaian seri, kita dapat memahami bagaimana tegangan bekerja dalam rangkaian dan melibatkan komponen-komponennya. Hal ini memberikan dasar yang penting dalam mempelajari dan menganalisis rangkaian listrik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana cara menghitung tegangan pada rangkaian seri? Rangkaian seri adalah konfigurasi sirkuit di mana komponen-komponen terhubung satu sama lain secara berurutan. Untuk menghitung tegangan total pada rangkaian seri, kita dapat menambahkan tegangan pada setiap komponen. Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini. Penjelasan dan Jawaban Untuk menghitung tegangan pada rangkaian seri, kita perlu menggunakan hukum Kirchhoff. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":55016,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1040,1987,1976,1988],"tags":[],"class_list":["post-55017","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-ipa","category-ipa-smp","category-sekolah","category-smp"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana cara menghitung tegangan pada rangkaian seri? - OmahBSE<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-tegangan-pada-rangkaian-seri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana cara menghitung tegangan pada rangkaian seri? - OmahBSE\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagaimana cara menghitung tegangan pada rangkaian seri? Rangkaian seri adalah konfigurasi sirkuit di mana komponen-komponen terhubung satu sama lain secara berurutan. Untuk menghitung tegangan total pada rangkaian seri, kita dapat menambahkan tegangan pada setiap komponen. Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini. Penjelasan dan Jawaban Untuk menghitung tegangan pada rangkaian seri, kita perlu menggunakan hukum Kirchhoff. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-tegangan-pada-rangkaian-seri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"OmahBSE\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-19T01:50:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Bagaimana-cara-menghitung-tegangan-pada-rangkaian-seri.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"780\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-tegangan-pada-rangkaian-seri\/\",\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-tegangan-pada-rangkaian-seri\/\",\"name\":\"Bagaimana cara menghitung tegangan pada rangkaian seri? - OmahBSE\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-09-19T01:50:53+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-19T01:50:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-tegangan-pada-rangkaian-seri\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-tegangan-pada-rangkaian-seri\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-tegangan-pada-rangkaian-seri\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana cara menghitung tegangan pada rangkaian seri?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/\",\"name\":\"OmahBSE\",\"description\":\"Blog Pendidikan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana cara menghitung tegangan pada rangkaian seri? - OmahBSE","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-tegangan-pada-rangkaian-seri\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bagaimana cara menghitung tegangan pada rangkaian seri? - OmahBSE","og_description":"Bagaimana cara menghitung tegangan pada rangkaian seri? Rangkaian seri adalah konfigurasi sirkuit di mana komponen-komponen terhubung satu sama lain secara berurutan. Untuk menghitung tegangan total pada rangkaian seri, kita dapat menambahkan tegangan pada setiap komponen. Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini. Penjelasan dan Jawaban Untuk menghitung tegangan pada rangkaian seri, kita perlu menggunakan hukum Kirchhoff. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-tegangan-pada-rangkaian-seri\/","og_site_name":"OmahBSE","article_published_time":"2026-09-19T01:50:53+00:00","og_image":[{"width":780,"height":500,"url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Bagaimana-cara-menghitung-tegangan-pada-rangkaian-seri.webp","type":"image\/webp"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-tegangan-pada-rangkaian-seri\/","url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-tegangan-pada-rangkaian-seri\/","name":"Bagaimana cara menghitung tegangan pada rangkaian seri? - OmahBSE","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2026-09-19T01:50:53+00:00","dateModified":"2026-09-19T01:50:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-tegangan-pada-rangkaian-seri\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-tegangan-pada-rangkaian-seri\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/bagaimana-cara-menghitung-tegangan-pada-rangkaian-seri\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana cara menghitung tegangan pada rangkaian seri?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/","name":"OmahBSE","description":"Blog Pendidikan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/www.omahbse.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55017","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55017"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55017\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":172416,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55017\/revisions\/172416"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55016"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55017"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55017"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55017"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}