{"id":3561,"date":"2023-09-25T05:40:54","date_gmt":"2023-09-25T05:40:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?p=3561"},"modified":"2023-09-25T05:40:54","modified_gmt":"2023-09-25T05:40:54","slug":"mengapa-logam-alkali-tanah-kurang-reaktif-dibandingkan-logam-alkali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/mengapa-logam-alkali-tanah-kurang-reaktif-dibandingkan-logam-alkali\/","title":{"rendered":"Mengapa logam alkali tanah kurang reaktif dibandingkan logam alkali?"},"content":{"rendered":"<p>Logam alkali tanah, seperti magnesium, kalsium, dan stronsium, cenderung kurang reaktif dibandingkan dengan logam alkali, seperti natrium dan kalium. Hal ini disebabkan oleh keberadaan dua elektron valensi pada logam alkali tanah, yang membuatnya lebih stabil dan sulit untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia.<\/p>\n<h2>Penjelasan dan Jawaban<\/h2>\n<p>Logam alkali tanah (Misalnya: magnesium, kalsium, stronsium) kurang reaktif dibandingkan dengan logam alkali (Misalnya: lithium, natrium, kalium) karena struktur elektronnya.<\/p>\n<p>Logam alkali tanah memiliki dua elektron valensi di kulit terluar mereka, sedangkan logam alkali memiliki satu elektron valensi. Elektron valensi adalah elektron di kulit terluar atom yang berpartisipasi dalam ikatan kimia. Karena logam alkali tanah memiliki dua elektron valensi, mereka lebih stabil secara elektronik daripada logam alkali yang hanya memiliki satu elektron valensi.<\/p>\n<p>Karena struktur elektronik yang lebih stabil, logam alkali tanah lebih kecil kemungkinannya untuk melepaskan atau menerima elektron dalam reaksi kimia. Mereka cenderung membentuk ion dengan kehilangan dua elektron menjadi kation dengan muatan positif, sedangkan logam alkali lebih cenderung membentuk ion dengan kehilangan satu elektron menjadi kation.<\/p>\n<p>Kurangnya kecenderungan untuk melepaskan atau menerima elektron membuat logam alkali tanah kurang reaktif dibandingkan dengan logam alkali. Mereka tidak bereaksi dengan air sedalam logam alkali, dan mereka juga lebih sulit terbakar. Namun, mereka masih tergolong sebagai logam reaktif dan dapat bereaksi dengan oksigen dan beberapa senyawa kimia lainnya.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Logam alkali tanah (misalnya magnesium, kalsium, stronsium) kurang reaktif dibandingkan dengan logam alkali (misalnya lithium, natrium, kalium) karena mereka memiliki struktur elektronik yang lebih stabil. Logam alkali tanah memiliki dua elektron valensi dan cenderung membentuk ion dengan kehilangan dua elektron menjadi kation. Ini membuat mereka kurang cenderung melepaskan atau menerima elektron dalam reaksi kimia, sehingga kurang reaktif.<\/p>\n<p>Walaupun kurang reaktif, logam alkali tanah tetap termasuk dalam kategori logam yang reaktif dan dapat bereaksi dengan oksigen dan beberapa senyawa kimia lainnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Logam alkali tanah, seperti magnesium, kalsium, dan stronsium, cenderung kurang reaktif dibandingkan dengan logam alkali, seperti natrium dan kalium. Hal ini disebabkan oleh keberadaan dua elektron valensi pada logam alkali tanah, yang membuatnya lebih stabil dan sulit untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia. Penjelasan dan Jawaban Logam alkali tanah (Misalnya: magnesium, kalsium, stronsium) kurang reaktif dibandingkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3559,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[853,1978,1976,1975],"tags":[],"class_list":{"0":"post-3561","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kimia","8":"category-kimia-sd","9":"category-sekolah","10":"category-sekolah-dasar"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengapa logam alkali tanah kurang reaktif dibandingkan logam alkali? - OmahBSE<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/mengapa-logam-alkali-tanah-kurang-reaktif-dibandingkan-logam-alkali\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa logam alkali tanah kurang reaktif dibandingkan logam alkali? - OmahBSE\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Logam alkali tanah, seperti magnesium, kalsium, dan stronsium, cenderung kurang reaktif dibandingkan dengan logam alkali, seperti natrium dan kalium. Hal ini disebabkan oleh keberadaan dua elektron valensi pada logam alkali tanah, yang membuatnya lebih stabil dan sulit untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia. Penjelasan dan Jawaban Logam alkali tanah (Misalnya: magnesium, kalsium, stronsium) kurang reaktif dibandingkan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/mengapa-logam-alkali-tanah-kurang-reaktif-dibandingkan-logam-alkali\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"OmahBSE\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-09-25T05:40:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Mengapa-logam-alkali-tanah-kurang-reaktif-dibandingkan-logam-alkali.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"780\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/mengapa-logam-alkali-tanah-kurang-reaktif-dibandingkan-logam-alkali\/\",\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/mengapa-logam-alkali-tanah-kurang-reaktif-dibandingkan-logam-alkali\/\",\"name\":\"Mengapa logam alkali tanah kurang reaktif dibandingkan logam alkali? - OmahBSE\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-09-25T05:40:54+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-25T05:40:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/mengapa-logam-alkali-tanah-kurang-reaktif-dibandingkan-logam-alkali\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/mengapa-logam-alkali-tanah-kurang-reaktif-dibandingkan-logam-alkali\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/mengapa-logam-alkali-tanah-kurang-reaktif-dibandingkan-logam-alkali\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengapa logam alkali tanah kurang reaktif dibandingkan logam alkali?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/\",\"name\":\"OmahBSE\",\"description\":\"Blog Pendidikan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa logam alkali tanah kurang reaktif dibandingkan logam alkali? - OmahBSE","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/mengapa-logam-alkali-tanah-kurang-reaktif-dibandingkan-logam-alkali\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengapa logam alkali tanah kurang reaktif dibandingkan logam alkali? - OmahBSE","og_description":"Logam alkali tanah, seperti magnesium, kalsium, dan stronsium, cenderung kurang reaktif dibandingkan dengan logam alkali, seperti natrium dan kalium. Hal ini disebabkan oleh keberadaan dua elektron valensi pada logam alkali tanah, yang membuatnya lebih stabil dan sulit untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia. Penjelasan dan Jawaban Logam alkali tanah (Misalnya: magnesium, kalsium, stronsium) kurang reaktif dibandingkan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/mengapa-logam-alkali-tanah-kurang-reaktif-dibandingkan-logam-alkali\/","og_site_name":"OmahBSE","article_published_time":"2023-09-25T05:40:54+00:00","og_image":[{"width":780,"height":500,"url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Mengapa-logam-alkali-tanah-kurang-reaktif-dibandingkan-logam-alkali.webp","type":"image\/webp"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/mengapa-logam-alkali-tanah-kurang-reaktif-dibandingkan-logam-alkali\/","url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/mengapa-logam-alkali-tanah-kurang-reaktif-dibandingkan-logam-alkali\/","name":"Mengapa logam alkali tanah kurang reaktif dibandingkan logam alkali? - OmahBSE","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-09-25T05:40:54+00:00","dateModified":"2023-09-25T05:40:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/mengapa-logam-alkali-tanah-kurang-reaktif-dibandingkan-logam-alkali\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/mengapa-logam-alkali-tanah-kurang-reaktif-dibandingkan-logam-alkali\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/mengapa-logam-alkali-tanah-kurang-reaktif-dibandingkan-logam-alkali\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengapa logam alkali tanah kurang reaktif dibandingkan logam alkali?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/","name":"OmahBSE","description":"Blog Pendidikan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/www.omahbse.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3561","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3561"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3561\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3559"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3561"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3561"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3561"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}