{"id":1053,"date":"2023-09-01T10:15:54","date_gmt":"2023-09-01T10:15:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?p=1053"},"modified":"2023-09-01T10:15:54","modified_gmt":"2023-09-01T10:15:54","slug":"apa-yang-membuat-matahari-tampak-lebih-kecil-saat-terbenam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-membuat-matahari-tampak-lebih-kecil-saat-terbenam\/","title":{"rendered":"Apa yang membuat matahari tampak lebih kecil saat terbenam?"},"content":{"rendered":"<p>Saat matahari terbenam, banyak orang mungkin pernah memperhatikan bahwa ukuran matahari tampak lebih kecil dibandingkan saat berada di atas kepala. Fenomena ini menimbulkan rasa penasaran dan keingintahuan tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik kejadian tersebut. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi mengapa matahari tampak lebih kecil saat terbenam, dan dalam artikel ini kami akan menjelaskan secara detail peristiwa yang seringkali menakjubkan ini.<\/p>\n<h2>Penjelasan dan Jawaban<\/h2>\n<p>Saat matahari terbenam, tampaknya lebih kecil karena efek optik yang disebut <b>penyimpangan cahaya<\/b>. Penyimpangan cahaya terjadi karena cahaya yang melewati atmosfer Bumi melewati lapisan udara yang berbeda-beda.<\/p>\n<p>Ketika matahari berada di atas langit, cahaya matahari hanya melewati sedikit lapisan udara. Namun, saat matahari terbenam, cahaya matahari harus melintasi lapisan atmosfer yang lebih tebal sebelum mencapai mata manusia. Lapisan atmosfer yang lebih tebal ini menyebabkan cahaya matahari dipantulkan dan diserap oleh molekul-molekul udara.<\/p>\n<p>Proses ini menyebabkan beberapa fenomena optik terjadi. Salah satunya adalah <b>penghamburan Rayleigh<\/b>, di mana partikel-partikel kecil di udara menyebabkan cahaya matahari lebih bertabrakan dengan partikel-partikel ini. Fenomena ini terutama terjadi pada sinar biru, yang memiliki panjang gelombang yang lebih kecil dan lebih mudah untuk ditepikan oleh partikel-partikel udara.<\/p>\n<p>Sebagai hasilnya, matahari tampak lebih kecil dan sinarnya tampak lebih merah saat terbenam. Selain itu, kita juga bisa melihat <b>efek atmosferik<\/b> lainnya seperti warna oranye dan merah yang intens saat matahari terbenam.<\/p>\n<p>Singkatnya, saat matahari terbenam, efek penyimpangan cahaya menyebabkan cahaya matahari lebih banyak tersebar, dipantulkan, dan diserap oleh lapisan atmosfer Bumi, menyebabkan matahari tampak lebih kecil dan warna sinarnya berubah.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Secara visual, matahari tampak lebih kecil saat terbenam karena adanya fenomena yang disebut refraksi atmosfer. Refraksi atmosfer terjadi ketika sinar matahari melengkung saat melewati lapisan atmosfer bumi yang lebih padat. Hal ini membuat sudut pandang matahari berubah, sehingga tampak lebih rendah di langit. Ketika matahari berada di ujung horison, cahayanya harus melewati lapisan atmosfer yang lebih besar sehingga sinarnya lebih tersebar dan tampak lebih redup.<\/p>\n<p>Selain itu, matahari terlihat lebih kecil saat terbenam juga karena ilusi optik yang disebut efek Ponzo. Efek Ponzo terjadi ketika mata manusia memperkirakan ukuran benda berdasarkan latar belakangnya. Ketika matahari berada di horison dan ada elemen-elemen besar seperti pohon atau gedung di dekatnya, mata kita cenderung membandingkan ukuran matahari dengan benda-benda tersebut. Kombinasi efek refraksi atmosfer dan efek Ponzo membuat matahari tampak lebih kecil saat terbenam, meskipun sebenarnya ukurannya tetap sama sepanjang hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat matahari terbenam, banyak orang mungkin pernah memperhatikan bahwa ukuran matahari tampak lebih kecil dibandingkan saat berada di atas kepala. Fenomena ini menimbulkan rasa penasaran dan keingintahuan tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik kejadian tersebut. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi mengapa matahari tampak lebih kecil saat terbenam, dan dalam artikel ini kami akan menjelaskan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1052,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[846],"tags":[1482,1483,1481],"class_list":{"0":"post-1053","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-fisika","8":"tag-fenomena-matahari-terbenam","9":"tag-optikal-matahari-terbenam","10":"tag-penyebab-matahari-tampak-kecil"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa yang membuat matahari tampak lebih kecil saat terbenam? - OmahBSE<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-membuat-matahari-tampak-lebih-kecil-saat-terbenam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa yang membuat matahari tampak lebih kecil saat terbenam? - OmahBSE\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Saat matahari terbenam, banyak orang mungkin pernah memperhatikan bahwa ukuran matahari tampak lebih kecil dibandingkan saat berada di atas kepala. Fenomena ini menimbulkan rasa penasaran dan keingintahuan tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik kejadian tersebut. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi mengapa matahari tampak lebih kecil saat terbenam, dan dalam artikel ini kami akan menjelaskan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-membuat-matahari-tampak-lebih-kecil-saat-terbenam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"OmahBSE\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-09-01T10:15:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Apa-yang-membuat-matahari-tampak-lebih-kecil-saat-terbenam.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"780\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-membuat-matahari-tampak-lebih-kecil-saat-terbenam\/\",\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-membuat-matahari-tampak-lebih-kecil-saat-terbenam\/\",\"name\":\"Apa yang membuat matahari tampak lebih kecil saat terbenam? - OmahBSE\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-09-01T10:15:54+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-01T10:15:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-membuat-matahari-tampak-lebih-kecil-saat-terbenam\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-membuat-matahari-tampak-lebih-kecil-saat-terbenam\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-membuat-matahari-tampak-lebih-kecil-saat-terbenam\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa yang membuat matahari tampak lebih kecil saat terbenam?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/\",\"name\":\"OmahBSE\",\"description\":\"Blog Pendidikan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa yang membuat matahari tampak lebih kecil saat terbenam? - OmahBSE","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-membuat-matahari-tampak-lebih-kecil-saat-terbenam\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa yang membuat matahari tampak lebih kecil saat terbenam? - OmahBSE","og_description":"Saat matahari terbenam, banyak orang mungkin pernah memperhatikan bahwa ukuran matahari tampak lebih kecil dibandingkan saat berada di atas kepala. Fenomena ini menimbulkan rasa penasaran dan keingintahuan tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik kejadian tersebut. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi mengapa matahari tampak lebih kecil saat terbenam, dan dalam artikel ini kami akan menjelaskan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-membuat-matahari-tampak-lebih-kecil-saat-terbenam\/","og_site_name":"OmahBSE","article_published_time":"2023-09-01T10:15:54+00:00","og_image":[{"width":780,"height":500,"url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Apa-yang-membuat-matahari-tampak-lebih-kecil-saat-terbenam.webp","type":"image\/webp"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-membuat-matahari-tampak-lebih-kecil-saat-terbenam\/","url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-membuat-matahari-tampak-lebih-kecil-saat-terbenam\/","name":"Apa yang membuat matahari tampak lebih kecil saat terbenam? - OmahBSE","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-09-01T10:15:54+00:00","dateModified":"2023-09-01T10:15:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-membuat-matahari-tampak-lebih-kecil-saat-terbenam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-membuat-matahari-tampak-lebih-kecil-saat-terbenam\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/apa-yang-membuat-matahari-tampak-lebih-kecil-saat-terbenam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa yang membuat matahari tampak lebih kecil saat terbenam?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/","name":"OmahBSE","description":"Blog Pendidikan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/0c84c48fd07a14068bc1043627fdffec","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/32a5433cdd6d2c0a8c50d8868442188f8ed76accc51396422b439ff2f1de1db9?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/www.omahbse.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1053","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1053"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1053\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1052"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1053"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1053"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.omahbse.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1053"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}